Thursday, August 21, 2014

SISTEM FILTRASI



SISTEM FILTRASI

SISTEM FILTRASI ( Koi dan Ikan Hias Lainnya)

Sistim filtrasi adalah suatu cara dan daya upaya dengan tujuan untuk menyaring segala macam dan ragam zat atau benda yang dapat mengurangi kualitas air yang dapat menurunkan, merugikan dan atau membahayakan kelangsungan hidup koi .

Biasanya banyak pemula yang membuat sistim filter tampa berusaha menyelami makna filtrasi itu sendiri. Biasanya pemula yang belum mengerti, hanya berusaha membuat sistim filtrasi dengan tujuan bagaimana “ membuat air tetap bersih dan dapat melihat koi dengan nyaman “ hal ini pada awalnya juga dialami oleh penulis.

Sebelum membahas lebih jauh tentang sistim filtrasi hendaknya kita coba untuk sedikit membayangkan komunitas yang ada dalam suatu kolam.
Untuk hidup yang pasti yang dibutuhkan koi adalah air dan oksigen. Air dibutuhkan karena memang koi adalah mahluk air, oksigen mutlak di butuhkan semua mahluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya.

Yang menjadi pertanyaan adalah air yang bagaimana ? ( mengenai air ini akan di bahas lebih jauh di artikel KUALITAS AIR )
Dalam suatu kolam yang menjadi sumber atau penyebab penurunan kualitas air itu sendiri bisa berasal dari komunitas itu sendiri atau dari luar kominitas.

Dari luar komunitas misalkan daun pohon yang jatuh ke kolam lalu membusuk, dan sebagainya. Dari dalam komunitas itu sendiri banyak sekali misalkan dari kotoron ( feses koi ) itu sendiri.
Yang perlu kita pahami disini adalah suatu kolam adalah suatu komunitas buatan dalam artian kolam itu adalah komunitas yang dibuat manusia bukan terjadi secara alamiah. Bila suatu komunitas terjadi secara alamiah, proses terbentuknya pastilah membutuhkan waktu yang sangat lama. Kita membuat kolam sebenarnya bertujuan untuk membentuk suatu komunitas, jadi tujuan pembuatan filtrasi itu sendiri adalah sebagai jalan pintas atau penyederhanaan siklus kehidupan dan rantai makanan ).




filtrasi

Apa yang harus disaring ?
Yang harus disaring dalam filter adalah hal – hal yang dapat mengurangi atau merusak kualitas hidup koi dan menggangu ketidak nyaman kita dalam menikmati keindahan koi.
Kotoran atau sampah yang pertama harus kita hilangkan, misalkan kotoran koi, sisa daun busuk dan sebagainya, sehingga air tetap jernih.

Apa itu sudah cukup ?
Tidak.
Nah biasanya bagi para pemula, mengapa sering gagal dalam pemeliharaan koi karena dalam usaha filtrasi hanya bertujuaan bagaimana agar “ air jernih saja “.
Air jernih saja belum cukup, air yang jernih belum tentu baik untuk kehidupan koi , karena dalam suatu komunitas air banyak sekali terdapat kandungan zat – zat yang membahayakan kehidupan koi itu sendiri. Misalkan saja gas ammonia yang timbul atau dihasilkan oleh kotoran ( feses ) koi itu sendiri.

Filter Apa yang terbaik ?
Filter yang terbaik adalah filter dengan gabungan filter kimia, fisika dan biologi.

Filter fisika adalah sistim filter yang menyaring secara mekanis untuk kotoran – kotoran yang ukuran besar dan atau kasat mata. Misalkan daun busuk, kotoran ikan dsb.
 
Filter kimia adalah sistim filter yang menggunakan proses kimia. Misalkan untuk menetralisir racun atau residu obat – obatan yang kita pakai.
 
Filter biologi adalah sistim filter dengan menggunakan proses biologis.

Bagaimana idealnya susunan sistim filtrasi ?

Susunan sistim filtrasi yang ideal adalah sisitim fisika, kimia, bilogi , dan kimia, secara berurutan, namun arti ideal disini tidaklah mutlak, yang menjadi dasarnya sebenarnya kebutuhan design kolam itu sendiri dan sumber air yang akan kita pakai.

Design kolam itu sendiri sangat menentukan bagaimana penempatan sistim filtrasi yang sesuai. Bila kita terlalu memaksakan idealisme namun akhirnya kita kurang bisa menikmati kolam kita akan kurang menyenangkan, begitu pula apabila kita terlalu mengedepankan design tetapi terlalu mengabaikan sistim filtrasi nantinya kita akan kesulitan dalam pemeliharaan koi, hal ini tentunya akan menjadi hal yang tidak menyenangkan juga.

Disamping itu yang menjadi dasar sistim filter yang ideal tentunya adalah kualitas sumber air itu sendiri. Jadi maksudnya sebelum kita mendesign sistim filtrasi kita paling tidak mengetahui seberapa kualitas sumber air yang akan kita gunakan. Misalkan saja apakah mengandung zat besi yang terlalu tinggi, bila mengandung zat besi yang di luar batas toleransi maka kita dapat mendesign kolam dengan sistim button drain dengan airasi yang maksimal.

Bagaimana Mengetahu Zat – Zat yang terkandung dari Sumber Air ?
Cara paling cepat dan tepat adalah memeriksakan sumber air kita ke Laboratorium, hasil dari laboratorium akan memberikan kita gambaran yang sangat lengkap.
Apabila anda pemula yang ingin membuat kolam dengan anggaran terbatas, memerikasakan sumber air ke Laboratorium tidaklah mutlak.

Sekarang tinggal anda meneliti lingkungan sekitar, misalkan apakah berlokasi di kota besar, dekat dengan lingkungan industri, dan sebagainya.
Menurut pengalaman penulis untuk daerah kota – kota kecil dan menengah apabila mengunakan sumber air sumur saja sudah cukup memadai, tinggal apakah lokasi sumur tersebut dekat dengan daerah industri atau tidak.

Yang sering menjadi masalah biasanya hanya terkendala dengan kandungan zat besi ( fe ) yang tinggi atau kandungan logam yang lain, hal ini bisa diatasi dengan memperdalam sumur atau memindahkan sumur tersebut ke lokasi yang lain kalau memang memungkinkan.

Kalau memang agak ragu dengan sumber air yang akan anda gunakan bisa mencoba dengan mengambil sempel air kedalam botol warna bening cobalah amati apakah air tersebut berwarna ? apakah berbau ? apabila ya biasanya sumber air tersebut kurang layak .

Apabila tidak dan anda masih kurang yakin cobalah untuk memdiamkan beberapa hari, apabila tetap jernih biasanya cukup layak untuk digunakan.
Apabila ada perubahan warna ( biasanya kekuningan ) itu berarti mengandung unsur logam ( biasanya zat besi ). Bila terjadi hal demikian sebaiknya anda mendesign kolam dengan sistim buttom drain ( saluran keluar bawah kolam ), mengapa demikian ?

Air yang mengandung zat besi yang tinggi apabila tercampur dengan udara ( oksigen ) zat besi akan mengendap di dasar, apabila kolam anda menggunakan sistim button drain anda dapat membuang air bagian dasar tersebut, itu berarti kandungan besi di air tersebut sudah menurun cukup drastis.
Jadi Sistim filtrasi yang paling tepat sangat lah flexsibel, situasional, dan kondisional.

FILTER FISIKA
Filter fisika atau filter mekanis bisa menggunakan berbagai macam media tergantung kreatifitas dan anggaran biaya yang kita siapkan.
Contohnya pakai dakron, pasir, brush, matras dan sebagainya, dengan kelemahan dan keunggulan masih – masing media.
Sistim fisika ini tidak harus memakai media filter seperti sistim filter yang lain.
Sistim filtrasi ini bisa kita buat tampa media, dengan mengintegrasikan kedalam rancangan kolam itu sendiri, sehingga rancangan kolam itu di buat sedemikian rupa sehingga sistim kolam itu sendiri berfungsi sebagai filter fisika.

FILTER KIMIA
Dalam sistim filter ini kita menggunakan media yang dapat meningkatkan kualitas air dengan proses kimiawi. Contoh media yang dapat dipakai misalkan, arang, batu zeloit, batu karang, memakai sinar ultraviolet, dll.

FILTER BIOLOGI
Dalam sistim ini proses penyaringan dengan proses biologis dengan bantuan bakteri pengurai.
Sedangkan media yang digunakan sifatnya hanya sebagai tempat tinggal bakteri pengurai itu sendiri dan juga berguna sebagai filter mekanis / fisika.
Media yang dapat dipakai misalkan bio ball, Matras, ring Keramik , atau dapat kita buat sendiri misalkan dari pipa PVC.

Filter biologi dapat juga dengan menggunakan media tanaman air misalkan Teratai, enceng gondok, dan sebagainya, yang lebih dikenal dengan istilah vergie filter.
Dari penjelasan di atas mungkin dapat diambil kesimpulan bahwa membuat design kolam dan filter sangat flexsibel tergantung sisuasi dan kondisi.
Berikut beberapa media yang biasa digunakan hobbies dalam sistim filtrasi .

BEBERAPA MEDIA UNTUK FILTER KOLAM/AQUARIUM


MEDIA FUNGSI KELEBIHAN KEKURANGAN
 
PASIR & BATU KECIL -Penyaring kotoran ( fisika )
-Batu dapat sebagai tempat tinggal bakteri pengurai ( biologi ) – harga murah – design filter sulit biasanya harus sistim Vertikal
– Batu sebagai tempat tinggal bakteri pengurai kurang efektif karena membutuhkan jumlah yg banyak.
 
BATU ZELOIT – menyerap zat – zat yang berbahaya misalkan ammonia ( kimia ) – harga relative murah – bila terkena garam akan melepas kembali zat ammonia yang terserap.
 
IJUK Sebagai penyaring kotoran ( fisika ) – Harga murah, utk di daerah mudah didapat – mudah busuk, sehingga dapat berubah menjadi sumber penyakit.
 
DAKRON Sebagai penyaring kotoran ( fisika ) – dapat menyaring kotoran sampai pada ukuran yang relative kecil. – harus sering dibersihkan dan mudah rusak sehingga cukup merepotkan.
 
MATRAS Sebagai penyaring kotoran ( fisika ) dan sebagai tempat tinggal bakteri pengurai ( biologi ) – dapat berfungsi ganda ( fisika & biologi ) sehingga cukup efektif dan hemat ruang. -harga relative mahal
 
BIO BALL Sebagai tempat tinggal bakteri pengurai ( biologi ), sebagai penyaring kotoran (fisika, walau kadang kurang efektif, tergantung modelnya ) – tidak memerlukan perawatan yang rumit – harga satuan tidak terlalu mahal, tetapi perlu jumlah yang banyak.
 
SINAR ULTRA VIOLET Sebagai pembunuh bakteri dengan proses penyinaran ( kimiawi ) – dapat membuat air menjadi jernih sehingga kita dapat maksimal menikmati koi Selain harga relative mahal, bakteri yang menguntungkan juga ikut terbunuh dalam prosesnya.
 
TANAMAN AIR Menyerap karbon dioksida dan ammonia Harga dapat disesuaikan dan dapat menambah keindahan kolam Daun – daun dapat mengotori kolam.
 
ARANG Menyerap racun Dapat juga berfungsi sebagai penyaring kotoran Harga relative murah dan mudah didapat.
(dari http://www.terminalkoi.com)
sumber :http://yonaskoi.wordpress.com/

6 Tips dasar untuk penggunaan aquarium ikan air tawar

6 Tips dasar untuk penggunaan aquarium ikan air tawar

6 Tips dasar untuk penggunaan aquarium ikan air tawar
Aquarium Air Tawar (lint4ng4yu.blogspot.com)
Sebuah Tips - Pemikiran pertama sebelum memiliki sebuah aquarium adalah jenis ikan apa yang pengen loe piara; ikan kecil ? ikan sedang ? ikan besar ? lalu akan sifatnya; predator? Peaceful? , nah, setelah pemikiran tersebut matang baru lah mencari tau besar ikan tersebut di pasaran untuk menentukan jenis aquarium yang diinginkan, jadi bukan sebaliknya, membeli aquarium trus memikirkan diisi ikan apa.

Nah dibawah ini gue mau kasih sedikit info yang mungkin berguna, ini gue kumpulin dari beberapa sumber yang gue baca dari buku maupun internet + sedikit pengalaman gue...

Idealnya berapa ikan sih dalam sebuah Aquarium?

Ikan Ukuran sampai 5 cm = membutuhkan 5 L air/ekor
Ikan Ukuran 5 – 8 cm = membutuhkan 7 L air/ekor
Ikan Ukuran 9 – 15 cm = membutuhkan 8 L air/ekor
Ikan Ukuran di atas 15 cm = membutuhkan 30 L air/ekor

Nah, khusus buat ikan yang berukuran di atas 15 cm itu di sarankan untuk tidak dipiara di aquarium berukuran 100 L, walaupun secara ukuran hanya membutuhkan 30 L air/ekor, namun ruang gerak ikan tersebut harus diutamakan, jadi ikan akan tersiksa oleh ruang gerak yang sempit

Aquarium seperti apa ?

Ber-merk : Fiveplan, GEX, dll – Harga sudah pasti mahal tapi built quality atau bentuknya dan hasil pengerjaannya rapih dan bagus

Custom: bebas menentukan ukuran dan bentuk, namun sering tidak rapih dalam finishingnya (bekas lem, kaca kotor, dll)

Dan terus terang gue paling anti sama Aquarium Toples hehehehe, no offense yah, beda orang beda preferences

Jenis filtrasi apa ?

Untuk ukuran aquarium di bawah 60 L bisa menggunakan Sponge Filter/breeding sponge, kelemahan filtrasi ini adalah harus sering dikuras, karena filtrasi dengan menggunakan sponge hanya dapat berfungsi sementara

Untuk Aquarium 60 L – 200 L dapat digunakan Top Filtration, Canister, Filter samping

Untuk Aquarium diatas 200 L sebaiknya digunakan filtrasi Wet n Dry, Canister, atau Gutter Box Filtration ( sama dengan Filter box atas, namun dengan kompartemen media yang lebih banyak)

Aerator, Bubble, Blukutuk...apa itu ?

Aerator adalah sebuah mesin penghasil gelembung udara yang gunanya adalah menggerakkan air di dalam Aquarium agar airnya kaya akan oxygen yang mana amat dibutuhkan oleh semua ikan air tawar, meskipun beberapa jenis ikan, seperti cupang, gourami, dll tidak memerlukannya. Nah aerator ini pun ada beberapa ukuran, pilih ukuran yang pas untuk aquarium anda misalnya aquarium 20 L – 100 L cukup menggunakan aerator 1 lubang ( istilah yang sering dipakai di toko ikan ) kalau lebih besar dari itu sebaiknya menggunakan yang 2 lubang, ini bukan patokan keharusan melainkan hanya sebagai saran saja.

Oke sekarang kita ngomong soal air, nah karena merupakan suatu bagian yang paling penting kita harus sangat perhatian sama yang namanya air..

Untuk Tas anti Air saya merekomendasikan Waterproof Bag.

Air apa sih yang bisa dipake ?

Pada dasarnya semua jenis air tawar itu bisa dipergunakan untuk media hidup ikan hias, tetapi gak semuanya juga bisa, lho kok kontradiksi ? disini maksud gue semua air yang sudah melalui perlakuan khusus, jadi bukan sembarang air, gini deh lebih gampangnya gue mau ngasih tau kalo air itu punya beberapa parameter, seperti tingkat keasaman ( disebut pH [per Hydrogen]), tingkat Karbon dalam air ( KH [carbonate Hardness]), dll disini gue gak mau bicara terlalu jauh soal teknisnya karena ini adalah untuk pemula yang sebetulnya hanya kudu tau soal pH dan Oxygen dalam air, serta Siklus Nitrogen

Perlakuan Khusus apa sih ? kok ribet ?

Gak ribet kok, gini neh, begitu loe dah beli tuh aquarium dan filternya juga dengan Aeratornya, loe kudu isi air kan, nah setelah loe isi air tuh aquarium loe nyalain tuh filter dan Aerator, biarkan menyala sampai 24 jam baru loe boleh isi ikan, kenapa? Karena air baru tidak mengandung banyak oxygen didalamnya, gunanya filtrasi dan aerator adalah untuk menambah kuantitas Oxygen dalam air, selain itu apabila loe make air PAM maka perlakuan ini yang akan menghilangkan Chlorine atau zat kimia pembersih air yang beracun buat ikan agar keluar dari sistem/aquarium tersebut. (kaskus.co.id/stamperbuster)

sumber dari :http://sebuahtips.blogspot.com/2012/12/6-tips-dasar-untuk-penggunaan-aquarium.html

Friday, August 1, 2014

Cara Mudah Memelihara Aquarium ikan Laut

CARA MUDAH MEMELIHARA AQUARIUM IKAN LAUT

Aquarium air laut telah menjadi dekorasi rumah yang banyak dicari masyarakat di Negara kira maupun di Negara-negara lain. Terutama untuk kalangan menengah ke atas, karena untuk memperoleh satu set aquarium ini kita harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Kali ini tidak ada salahnya apabila kita melakukan analisa untung rugi te rkait dengan “pemindahan” ekosistem terumbu karang ke dalam sebuah kotak kaca dengan harga fantastis ini.
Banyak toko-toko menjual ‘paket siap-jadi’ yang membolehkan kita langsung memulai praktik aquarium air laut ini. Namun, untuk air laut-nya saja, minimal kita harus menyediakan 100 liter air laut untuk memulai. Sebesar apapun volume air aquarium kit, hewan-hewan yang biasa hidup dilaut dalam jutaan liter air yang tidak statis otomatis akan merasa ‘terkekang’. Tanpa air laut kualitas tinggi, bagaikan manusia hidup dalam udara tercemar dan secara langsung kita melakukan praktik animal abuse.
Setelah air laut daftar belanja berlanjut ke kotak aquarium itu sendiri, garam, nutrisi air laut, pengatur suhu, wadah untuk transit ikan sakit atau adaptasi perpindahan, powersupply 24 jam, perangkat tes kimia untuk kualitas air, batu hidup (batu yang memiliki organisme pengurai dieprmukaannya), substrat (tempat melekat beragam biota dasar), beragam lampu dengan jenis pencahayaan untuk mensimulasi matahari, dan tentunya ikan, serta hewan lain yang ingin kita letakkan dalam aquarium ini.
Dan akhirnya untuk membuat lingkungan laut artifisial di kediaman Kita, biaya yang dikeluarkan tidak jarang mencapai lebih dari 10 juta rupiah. Itu jika komitmen kita cukup kuat untuk menjaga biota akuarium kita hidup lama dan usaha yang kita lakukan cukup berhasil.
Selain dana, waktu akan banyak dibutuhkan untuk mengelola tanki biota laut Kita. Saat memulai Kita cenderung ingin akuarium kita ‘meriah dan subur’ dengan seketika. Ternyata itu tidak bisa, sebelum biota-biota tersebut masuk, pengkondisian siklus tangki akuarium perlu dilakukan 1 atau 2 bulan. Selama itu, setiap hari air laut harus kita test stabilitasnya dan regulasi nutrisi/kimia dan temperaturnya dengan harapan menyerupai lingkungan asli biota yang akan kita masukkan.
Tengok akuarium yang di pajang di toko-toko dan lihat warna karang didalamnya. Ada tiga kemungkinan yaitu: warna putih yang menandakan karang tersebut mati, warna pastel / muda/ scotch-light yang menandakan karang tersebut sekarat dan yang ketiga warna gelap dan jelas namun tidak ada tentakel atau lapisan polipnya yang merupakan karang mati di-cat UV glow.
Setelah tangki selesai disesuaikan, daftar kedua dimulai: mengganti air tiap bulan, membersikan kaca, memunguti kotoran organik dari substrat atau batuan, membersihkan residu garam nutrisi air laut dari air dan dasar dan sekitar biota dasar, membersihkan filter yang jumlahnya sudah pasti lebih dari satu dan lainnya. Rutinitas bulanan yang dilaksanakan dengan tertib juga tidak menjamin keberhasilan kita, jika mengalami kegagalan bersiaplah untuk melakukan rutinitas tersebut lebih sering.
Setelah urusan uang dan waktu, sekarang waktunya kita bicara hati nurani alias – nilai moral untuk sebaiknya tidak mengikuti hobi akuarium biota laut. Sebelum Kita memasukkan biota/ikan laut ke dalam aquarium, tanyakan:
  • Apakah biota ini di ambil dari laut dengan cara yang ramah lingkungan? Bagaimana saya bisa memastikannya?
  • Apakah ikan ini benar-benar hasil penangkaran/pembiakan, bukan tangkapan liar dari laut langsung? Apa dampaknya bagi lingkungan asal ikan/biota ini dengan kepindahannya?
  • Apakah ikan laut ini diambil bukan dengan penggunaan racun yang membuat mereka pingsan sehingga mudah ditangkap?
  • Ikan/biota yang sampai di tangan saya saat ini – berapakah yang sudah mati dalam transportasi dan penanganan distributor? Mungkinkan satu atau dua ekor yang saya pegang ini bagian dari puluhan yang mati diperjalanan dalam kantung-kantung plastik?
  • Karang, anemon, sponge, karang lunak, millepora, karang jamur, bintang laut, teripang, yang menghiasi dasar akuarium Kita, apakah mereka benar-benar hasil pembiakan, bukan tangkapan liar?
  • Sudah siapkah saya membuat lingkungan artifisial bagi biota-biota ini? Apakah akan lebih baik bagi mereka, atau lebih buruk dari lingkungan laut asal mereka yang saat ini terus terdegradasi oleh ulah manusia.
  • Apakah saya akan berinvestasi dalam hobi yang memiliki kecenderungan tinggi dalam memperburuk keadaan lingkungan dan nasib makhluk hidup?
Saat ini ada lembaga international bernama Marine Aquarium Council yang mencoba membangun industri perdagangan aquaria melalui sistem sertifikasinya. Sebagaimana sertifikasi makanan halal oleh MUI, MAC mencoba menjamin produk perdagangan aquaria benar-benar ramah lingkungan dan melibatkan skema rantai industri yang membantu pengentasan kemiskinan dan penyediaan lahan kerja berkelanjutan bagi masyarakat pesisir dalam keadaan ekonomi yang sulit.
Apabila mulai merasa ragu dengan proses pemindahan ekosistem ini namun masih memiliki keinginan untuk menikmati keindahan alam bawah laut. Coba alihkan investasi anda ke SCUBA diving, anda dapat menikmati Aquarium air laut dengan anda sekaligus berada di dalamnya dengan biaya yang tidak jauh berbeda dengan sebuah kotak yang hanya berisi “sepotong” ekosistem laut di sudut rumah anda. Harapan hidup biota laut di lautan sudah kecil, dengan memindahkannya ke dalam aquarium berarti kita makin memperkecil harapan hidup mereka.





sumber dari http://djedygeolgetoh.blogspot.com/2011/09/cara-mudah-memelihara-aquarium-ikan.html

Saturday, June 21, 2014

cara memelihara ikan buntal


cara memelihara ikan buntal

berikut ini hanya ditujukkan untuk ikan buntal air tawar. Selain lebih mudah dalam segi perawatan, ikan buntal air tawar juga memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dibandingkan ikan buntal air laut.

Ikan buntal air tawar adalah jenis ikan buntal yang berasal dari indonesia. Habitat asli ikan buntal air tawar adalah wilayah kalimantan barat, tepatnya di sungai sambas, serta sumatera bagian selatan, tepatnya di kabupaten banyuasin. Di habitat aslinya, ikan mungil berukuran maksimal 4,5 cm ini hidup di pinggiran sungai yang memiliki vegetasi terendam. Adapun jenis ikan buntal air tawar yang biasa dijual di toko ikan hias adalah ikan buntal jenis Green Spotted Puffer Fish.

Ikan buntal jenis Green Spotted Puffer Fish
Images taken from freshnmarine.com.sg

Dari kesimpulan diatas, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa

cara memelihara ikan buntal

yang baik adalah sebagai berikut:

* Akuarium tempat memelihara ikan buntal hendaknya diberi berbagai jenis tanaman air (aquascape) hingga tampak rimbun dengan ph atau kadar keasaman air berkisar 6 hingga 7 dan temperatur air 24 hingga 28 derajat celcius. Peralatan akuarium standar juga bisa ditambahkan.

* Makanan ikan buntal mencakup berbagai pakan hidup seperti bloodworm dan cacing beku. Pemberian siput kecil juga dianjurkan agar gigi ikan buntal tidak terlalu panjang.

* Ikan buntal merupakan ikan teritorial yang tidak segan menyerang ikan lain yang masuk ke wilayahnya. Namun anda tidak perlu takut akan hal ini. Cara menyiasatinya adalah dengan memasukkan ikan buntal satu persatu ke akuarium yang sama.
Siapkan akuarium yang sudah dilengkapi dengan aquascape dan aksesoris lainnya serta kadar ph dan temperatur yang tepat. Siapkan tempat persembunyian ikan di dasar akuarium, bisa berupa potongan pipa, pot bunga kecil, dan lain sebagainya. Masukkan ikan buntal pertama ke dalam akuarium, biarkan selama 15 hingga 30 menit hingga si ikan buntal menemukan pipa persembunyiannya. Setelah itu, masukkan pipa persembunyian kedua di tempat yang agak berjauhan dengan pipa yang pertama, dan masukkan ikan kedua. Diamkan kembali hingga ikan buntal yang kedua menemukan pipa persembunyiannya. Begitu terus seterusnya.

* Sama halnya dengan memelihara ikan koi atau memelihara ikan cupang hias, faktor kebersihan air merupakan hal paling penting dalam memelihara ikan buntal. Bersihkan akuarium minimal 2 minggu sekali atau bila terlihat sudah kotor, serta angkat sisa makanan yang masih tersisa dengan penjepit. Sisa makanan yang bersisa kadang bisa menjadi penyebab penyakit pada ikan buntal.

sumber :http://jual-beli-hewan-peliharaan.blogspot.com/2014/01/cara-memelihara-ikan-buntal.html

Friday, June 20, 2014

Tip Mengatur Pencahayaan pada Aquascape

Tip Mengatur Pencahayaan pada Aquascape


aquascape-cahaya-1Salah satu peran penting dalam menyajikan aquascape, misalnya yaitu pengaturan cahaya. Tanpa pencahayaan yang tepat, aquascape tidak akan tampil optimal sesuai harapan. Jika cahaya sinar terlalu kecil, tanaman bakal tumbuh kerdil dan tidak sehat. Sebaliknya, jika cahaya terlalu tinggi, tanaman menjadi berlumut dan menyebabkan daun tidak mengilap.
Ada tiga poin yang harus diperhatikan terkait pencahayaan pada aquascape sebagai berikut.
1. Jenis dan warna cahaya
Ada beberapa jenis lampu yang ada di pasaran. Dibedakan berdasarkan angka yang diberi kode K (kelvin) pada kemasannya. Semakin tinggi angka yang tertera pada lampu, maka semakin tinggi suhunya dan cahayanya semakin biru. Pemilihan jenis warna sinar berpengaruh terhadap kesuburan tanaman. Jenis-jenis lampu tersebut di antaranya lampu neon, lampu LED, dan lampu metal halide.
2. Sumber cahaya
Aquascape selalu mengandalkan sumber pencahayaan dari lampu. Sinar matahari tidak cocok karena kandungan sinar infra merah dan spektrum warnanya terlalu tinggi.

3. Durasi penyinaran dan kadar sinar
Durasi pencahayaan perlu diatur untuk menyesuaikan kebutuhan tanaman dan besarnya kadar sinar. Agar penampilannya optimal, durasi penyinaran maksimum 12 jam per hari dan minimum 5 jam per hari yang dibagi ke dalam dua waktu penyinaran. 6 jam pertama lampu dinyalakan, 3 jam berikutnya lampu dimatikan, dan 6 jam berikutnya lampu dinyalakan kembali.
Gunakan rumus pencahayaan berdasarkan ukuran akuarium dan jenis tanaman, baik dengan rumus untuk tanaman berkadar cahaya rendah, medium, maupun tinggi. Misalnya, jika akuarium berukuran

60 x 30 x 40 cm, besar cahaya yang dibutuhkan adalah:
(60 x 30 x 40)  = 14,4 watt
      5.000

Kadar cahaya sebesar 14,4 watt dapat dipenuhi dengan menggunakan 1 buah lampu neon berdaya 20 watt.
Lalu, bagaimana cara menentukan kadar cahaya medium dan tinggi? Tanaman apa saja yang memiliki kebutuhan cahaya rendah, medium, dan tinggi? Semua penjelasan tersebut dapat Anda temukan secara lengkap dan praktis di dalam buku “Aquascape: Pesona Taman dalam Akuarium” karya Taufik Widjaja, Bsc. Buku ini berisi panduan lengkap dalam membuat aquascape, dari persiapan, pemilihan bahan, langkah-langkah pembuatan, aneka desain aquascape, daftar jenis tanaman, hingga perawatan.

sumber: http://www.agromedia.net/artikel/Tip-Mengatur-Pencahayaan-pada-Aquascape.html

Memulai Aquarium laut

Memulai Aquarium laut






Tidak beda jauh dengan air tawar,sama-sama air,hehe.. cuma bedanya tawar sama asin hehe.. juga bedanya lagi air asin adanya dilaut,air tawar adanya di darat hehe.. bercanda terus,langsung aja dibahas yang serius sob.
Sebenarnya cukup mudah. Paling hanya dibutuhkan sedikit pengetahuan dan proses belajar untuk bisa benar-benar menikmati dunia bawah laut yang indah dan penuh warna-warni ini. Ini beberapa tips sederhana supaya akuarium laut anda bisa tetap indah untuk jangka waktu yang lama.
yuk kita simak dibawah ini:

1. Jangan pernah, don’t, never, ever, langsung memasukkan ikan hias ke dalam akuarium yang baru di-setup.
Agar kondisi akuarium mendekati aslinya maka harus tercipta ”Siklus Nitrogen”. Air akuarium yang bersirkulasi akan menumbuhkan bakteri-bakteri pendukung kehidupan laut (aerob dan anaerob). Bakteri ini baru muncul sekitar 4 minggu.
Tips : Untuk awal anda bisa memasukkan beberapa ikan Green/blue Chromis (betok hijau) yang lumayan kuat dalam kualitas air yang belum baik. Jangan gunakan betok lain (biru atau biru ekor kuning) karena ikan ini agresif.

2. Ikan dibatasi sedikit saja.
Ikan terlalu banyak membuat ikan mudah stress dan mati. Pemberian makanan pun harus banyak dan kotoran cepat menumpuk. Kualitas air akan cepat turun, dan ikan laut pun mudah mati. Ikan yang banyak, hanya untuk akuarium yang canggih dan akuaris yang berpengalaman.
Tips : Pilih saja beberapa ikan yang paling cantik yang paling anda sukai.

3. Ikan baru wajib ”diaklimatisasi”
Ikan yang baru dibeli dalam kantung plastik harus disesuaikan dulu suhunya dengan suhu akuarium.
Ambangkan ikan dalam plastiknya di akuarium 20 menit. Setelah itu buka plastiknya, masukkan sedikit air akurium ke plastik ikan baru, diamkan 10 menit. Setelah itu, ikan dapat dimasukkan ke akuarium. Matikan dulu lampunya agar tidak stress.

4. Berikan makan cukup 1 kali sehari saja.
Untuk ikan laut, lebih baik kurang daripada lebih. 1 kali saja sudah cukup. Makanan yang berlebih akan menurunkan kualitas air laut.

5. Live Rock !
Inilah senjata utama para aquaris berpengalaman dunia. Gunakan "Karang Hidup" sebanyak mungkin untuk menjaga kualitas air secara alami. Karang Hidup adalah karang yang ada banyak bagiannya berwarna ungu. Gunakan minimal 1/3 dari volume akuariumnya. Harganya cuma Rp 20.000-an per batu.

6. Tumbuhan, juga sangat bagus untuk menjaga kualitas air.
Utamanya Rumput Asam (Caulerpa Sertularioides), Rumput Jarum (Chaetomorpha) atau Anggur Hijau. Tumbuh-tumbuhan ini akan mengurangi kadar Nitrat secara signifikan dan membuat air lebih menyenangkan buat ikan.

7. Ganti air 20 % tiap 2 minggu sekali. Separuh, 1 bulan sekali. Air laut harganya tidak mahal, hanya Rp 5.000 per galon. Luangkan waktu 1-2 jam per 2 minggu untuk merawat akuarium anda.

8. Cek Ph dan Kadar Garamnya.
Kalau Ph-nya rendah, gunakan obat Kalkwasser (banyak dijual).
Mengecek Ph mudah sekali, hanya masukkan air akuariumnya sedikit ke alat tesnya, lalu ditetesi cairan pengukurnya. Lalu bandingkan warna airnya dengan kertas ukuran Ph berwarnanya. Harganya alat test Ph-nya lumayan mahal, (Rp 80.000 – 85.000), tapi hanya dipakai sekali-sekali saja.
Mengecek kadar garam gunakan Hydrometer. Harganya cuma Rp 20.000. Kadar garam yang normal ada penunjukknya di alatnya.

9. Akuarium Laut wajib memiliki Protein Skimmer.
Ini adalah alat yang paling signifikan dalam menjaga kualitas air laut. Harganya sekitar Rp 250.000-an. Semua akuarium laut, baik di toko ikan hias (Sumenep) maupun di Seaworld semua memakai Protein Skimmer.

10. Beli udang pelet 5 ekor (Lysmata amboinensis).
Udang pelet sangat bermanfaat karena senang memakan bakteri Whitespot (bintik putih) yang kadang muncul pada ikan.

11. Pelihara ikan jabing 1 ekor kecil. Salahsatu masalah paling merepotkan dalam memelihara akuarium laut adalah pasir yang biasanya akan ditumbuhi lumut coklat. Ini membuat akuarium terlihat kotor, dan biasanya pembersihannya agak sulit. Solusinya sederhana. ikan jambing (lawnmower blenny) akan membersihkan dasar pasir dari lumut kecoklatan karena dia senang memakan lumut itu. Ikan ini sekarang populer di kalangan hobiis karena tingkahnya yang unik dan menarik. Pilih yang kecil, karena kalau besar akan membuat pasir berantakan. Harganya sekitar Rp 15.000.

12. Suhu Terbaik adalah untuk ikan dibawah 28 derajat Celcius, dan coral 25 Celcius (dengan Chiller).


Memelihara ikan laut sedikit lebih sulit dari air tawar. Ikan laut sangat sensitif terhadap lingkungannya. Terutama kualitas air, dan sesama penghuni akuarium. Tapi yang penting adalah pengetahuan yang cukup, maka anda akan bisa menikmati keindahan laut dan penghuninya di dalam rumah anda.

Tips:
1. Kalau anda mengisi akuarium anda dengan ikan-ikan kecil, akuarium anda akan terlihat lebih luas. Kalau diisi dengan ikan-ikan besar, akuarium akan terlihat lebih sempit.

Sumber http: www.m2m-takabuh.blogspot.com

Thursday, June 19, 2014

MENGENAL 4 DASAR TANAMAN AQUASCAPE


 
ADA 4 JENIS DASAR TANAMAN AQUASCAPE YAITU:
 
Contoh Aquascape di atas ini adalah salah satu penepatan tanaman yang baik karena susunan tanaman dari depan sangat tepat sekali mulai dari yang pendek, sedang sampai di belakang adalah tanaman tinggi.  
  • Frontground plant/ Tanaman depan 
  • Midground plant/ Tanaman tengah 
  • Background plant/ Tanaman belakang
  • moss (Tanaman untuk semua posisi)
 
Saya akan membahas mulai dari tanaman Foreground plant/ Tanaman depan 
Tanaman Foreground terbagi dari bermacam jenis tanaman 
yaitu: 


1. Hemiathus cuba



2. Gloso stigma



3. Marsilea hirsuta



 4. Eatine Triandra



 5. Eleocharis acicularis / Hairgrask pendek



6. Echinodorus Tenellus 



7. Sagittaria Subulata 



8. Hydrocotyle Tripartita



 9. Hydrocotyle Sibthorpioides



 10. Staurogyne sp




 11. Utricularia graminifolia
 
Sumber : http://aquastigma.blogspot.com/2013/01/pencahayaan-pada-aquascape.html